Showing posts with label Cerita Lucu. Show all posts
Showing posts with label Cerita Lucu. Show all posts

Thursday, May 1, 2014

Ceritaku: Lomba Mengangkat Kaki Gajah

CERITAKU: Gajah memang dianggap sebagai hewan terbesar di dunia, punya kaki besar, telinga besar, dan belalainya yang besar juga. Tak ada orang yang mungkin sanggup untuk mengangkat seluruh tubuh gajah meskipun itu hanya bagian kaki saja.

Dahulu kala ada seorang raja yang suka mengumpulkan prajurit-prajurit yang kuat dan hebat. Tak heran raja itu selalu menang di setiap pertempuran. Hingga suatu saat sang raja membutuhkan satu prajurit yang hebat yang nantinya akan dijadikan Jenderal pasukannya.

Sang raja kebingungan bagaimana cara mencari prajurit yang bisa dijadikannya seorang Jenderal. Calon Jenderal haruslah orang yang kuat, cerdas dan berpengalaman dalam perang. Akhirnya sang raja mempunyai ide untuk mencari Jenderal yang ia butuhkan, yaitu dengan mengadakan sebuah lomba.

gajah
ilustrasi gajah (credit: wikimedia.org)

Lomba itu adalah lomba mengangkat kaki gajah. Sang raja menyuruh kepada prajurit-prajuritnya untuk menyampaikan berita perlombaan ini disetiap sudut wilayah pekerjaan. Ternyata berita lomba itu disambut baik oleh kalangan orang-orang yang kuat, berotot, bertubuh tinggi dan berpengalaman dalam perang.

Tapi ada seorang pria bertubuh kecil, tak berotot, ataupun bertubuh tinggi tapi cukup berpengalaman dalam perang. Ia melihat berita lomba yang disampikan oleh para prajurit raja, ia berniat mengikuti lomba tersebut tapi ia sadar ia tak akan bisa mengangkat satu kaki gajah yang besar dengan tubuh kecilnya itu. Tapi ia tetap memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut.

Keesokan harinya, seluruh peserta sudah hadir di lapangan tempat diselenggarakannya lomba tersebut. Semua peserta yang hadir kala itu adalah seorang yang benar-benar kuat, bertubuh tinggi dan besar, kecuali pria kecil tadi.

Seluruh peserta dan penonton yang ada di sana mentertawakan dan memperolok pria kecil itu. Tapi tekadnya tetap kuat untuk mengikuti lomba. Sang raja pun mempersilahkan pria kecil itu untuk mengikuti lomba dan langsung memulai lomba tersebut.

Di lapangan itu sudah ada seekor gajah terbesar, gajah itu terkenal karena kepintarannya dan sedikit mengerti bahasa manusia. Satu per satu peserta maju dan tak ada yang bisa mengangkat kaki gajah itu. Sang raja tak begitu yakin akan menemukan calon Jenderalnya.

Hingga tiba giliran pria kecil itu, ia merasa pede dan maju kelapangan dengan penuh keyakinan. Saat di dekat kaki gajah, pria kecil itu langsung memegang kaki gajah dengan satu tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya bukan memegang kaki melainkan memegang kemaluan gajah.

Pria kecil itu tak segan langsung menekan keras kemaluan gajah tersebut dengan tangan kanannya. Gajah itu sangat kaget dan secara otomatis mengangkat kakinya itu. Pria kecil itu pun berhasil mengangkat kaki gajah tersebut. Para penonton dan peserta lainnya juga tak menyangka pria dengan tubuh kecilnya itu bisa mengangkat kaki gajah hanya dengan satu tangan.

Sang raja takjub akan kemampuan pria kecil itu, ia pun memutuskan untuk memberikan tantangan lain kepadanya, agar meyakinkan dirinya bahwa pria itu pantas jadi Jenderal. Tantangannya yaitu menggelengkan kepala gajah.

Pria itu menerima tantangan itu dengan penuh keyakinan. Ia pun langsung naik ke atas pundak gajah tersebut. Sambil memegang dua telinga gajah yang besar, ia membisikan sesuatu kepada gajah tersebut. "Hey gajah apakah kamu mau, kemaluan kamu aku pijat lagi?" kata pria itu. Gajah itu pun enggan kalau kemaluannya dipijat lagi, dan langsung menggelengkan kepala besarnya itu.

Raja, peserta dan seluruh penonton dibuat takjub lagi oleh pria itu yang berhasil menggelengkan kepala besarnya itu. Akhirnya pria kecil itulah yang memenangkan lomba tersebut dan berhak menjadi seorang Jenderal.

"Tak peduli seberapa kecilnya tubuh atau kemampuan seseorang. Tapi jika seseorang itu memiliki kecerdasan, seorang raja pun bisa tunduk kepadanya" (Wow Menariknya).

Monday, April 14, 2014

Cerita Lucu: Si Cepot Pergi Ke Kota

CERITAKU: Suatu hari Cepot bosan tinggal di kampung halamannya yang jauh dari kehidupan modern. Dia pun berpikir untuk pergi ke kota, karena Cepot sebelumnya belum pernah sama sekali melihat kota. Sebelum pergi, Cepot menyiapkan dulu persiapan termasuk minta izin sama ayahnya terlebih dahulu.

"Pa, Cepot mau minta izin bapa?" kata Cepot.
"Emangnya kamu mau pergi kemana nak?" jawab ayahnya.
"Cepot mau pergi ke kota, Cepot pengen sekali melihat bagaimana kota itu," jawab Cepot.
"Owh, kalau begitu silahkan saja nak, pergilah ke kota carilah pengalaman sebanyak yang bisa didapatkan," jawab Ayahnya.

ilustrasi
Cepot pun merasa bahagia karena dapat izin dari ayahnya. Sebelum berangkat, ayah Cepot menitipkan sebuah pesan penting kepada Cepot, ini pesannya.

"Nak sebelum kamu pergi, ingatlah perkataan bapa ini! Pertama, jika kamu melihat benda yang berwarna kuning, itu adalah buldozer. Kedua, jika kamu melihat benda yang berwarna hitam, itu adalah dodol jenis makanan yang manis. Dan yang ketiga, jika kamu melihat benda yang berwarna putih, itu adalah rokok. Kamu harus ingat tiga pesan bapa ini jika kamu melihatnya nanti di kota," kata Ayahnya kepada Cepot.

Dengan semangat Cepot pun mengingat pesan ayahnya itu dan langsung pergi ke kota dengan riang gembira. Perjalanan jauh pun ia tempuh tanpa rasa lelah sampai akhirnya ia tiba di kota.

Cepot yang baru pertama kalinya melihat kota merasa aneh dan takjub melihat gedung-gedung tinggi dan kendaraan di mana-mana. Dengan gembira Cepot melanjutkan perjalanannya mentelusuri seluruh kota. Dalam perjalanannya Cepot melihat jembatan yang sangat besar dengan di bawah jembatan itu adalah sungai yang besar juga.

Cepot pun langsung melihat ke sungai tepat di bawah jembatan besar itu, hingga ia melihat benda berwarna kuning terapung-apung di sungai itu. Lantas Cepot pun ingat perkataan ayahnya yang pertama itu. "Jika kamu melihat benda berwarna kuning, itu adalah buldozer," perkataan ayahnya dalam ingatan Cepot.

"Owh jadi itu yah buldozer, hebat yah bisa terapung di atas sungai," kata Cepot dalam hatinya. Hingga Cepot pun menganggap benda kuning terapung itu benar-benar buldozer padahal kotoran manusia hehehe.

Setelah menikmati sungai di jembatan itu, Cepot langsung melanjutkan ekspedisinya di kota besar itu. Dalam perjalanannya, Cepot banyak melihat pedagang-pedagang di pinggir jalan. Hingga akhirnya ia melihat seorang pedagang arang. Cepot pun langsung menghampirinya, dan berniat membeli arang itu.

Lagi-lagi Cepot teringat pesan ayahnya yang kedua, "Jika kamu melihat benda berwarna hitam, itu adalah dodol jenis makanan yang manis dan enak". Karena ingin sekali mencoba dodol, Cepot pun membeli arang itu kepada sang pedagang.

"Pa berapa harga satu dodolnya?" kata si Cepot.
"Dodol? Ini bukan dodol nak, tapi ini arang," kata si pedagang sambil kebingungan.
"KATA AYAH SAYA INI BENDA BERWARNA HITAM ADALAH DODOL...DODOL....." kata si Cepot sambil membentak dan marah.

Si pedagang kebingungan dan merasa takut, lantas ia pun tidak punya pilihan lain. Dan menjual arang itu kepada Cepot. Si Cepot merasa lapar melihat arang yang ia anggap dodol itu, kemudian memakannya. Dan apa yang terjadi buaknnya rasa manis dan lembut, melainkan rasa pahit dan keras yang si Cepot rasakan.

"Kok dodolnya aneh, katanya manis, ah si bapa bohong nih," kata si Cepot sambil kesal dengan mulut dan gigi berubah jadi warna hitam.

Namun, si Cepot tetap melanjutkan perjalanannya dan melihat seorang penjual petasan korek. Si Cepot langsung menghampiri penjual petasan itu dan teringat kembali pesan ayahnya yang ketiga, "Jika kamu melihat benda berwarna putih itu adalah rokok".

"Pak, boleh beli rokoknya?" kata si Cepot kepada penjual petasan.
"Rokok?? Ini bukan rokok nak tapi ini petasan," kata si penjual sambil kebingungan.
"KATA AYAH SAYA INI BENDA BERWARNA PUTIH ADALAH ROKOK...ROKOK..." kata si Cepot sambil membentak dan marah.

Si penjual sangat kebingungan dan merasa takut, ia pun tidak punya pilihan lain dan menjual petasan itu kepada si Cepot. Kemudian si Cepot langsung menempatkan petasan yang ia anggap rokok itu di mulutnya dan mulai menyalakan petasan tersebut.

Dan apa yang terjadi, petasan itu meledak tepat di dalam mulutnya. Si Cepot merasa kaget dan sakit, kok rokok bisa meledak. Untungnya saja si Cepot hanya mendapatkan luka dibagian mulut saja, tapi sayang, giginya tinggal tersisa tiga lagi. Salah satu dari tiga gigi yang tersisi sudah hampir copot, dan ia memutuskan untuk pergi ke dokter gigi untuk mencabut giginya yang hampir copot itu.

"Pak Dokter bisa copotkan gigi saya yang hampir copot ini," kata si Cepot.
"Silahkan nak, duduklah, nanti saya akan cabut giginya," jawab Pak Dokter.

Akhirnya salah satu gigi si Cepot berhasil dicopot dan hanya tinggal tersisa dua gigi dalam mulut si Cepot. Dia tetap merasa kesal karena pesan ayahnya, giginya tinggal dua lagi.

"Pak Dokter berapa biayanya?" tanya si Cepot.
"Owh, Anda sangat beruntung kebetulan hari ini ada diskon, jadi harganya cuma Rp 500," jawab Pak Dokter. Kemudian Cepot pun memberikan uang Rp 1.000 kepada Pak Dokter.
"Aduh maaf nak, ga ada kembaliannya, jadi gimana nih? kata Pak Dokter kebingungan.
"Ya udah pak supaya uangnya pas, copot aja gigi saya satu lagi, kan impas." jawab si Cepot dengan bangga.

Hingga akhirnya perjalan si Cepot malah berujung sial dan sekarang gigi si Cepot hanya tinggal tersisa satu lagi tepat di bagian tengah.

CERITA oleh: Wow Menariknya